Skip to main content

Posts

Migas

Indonesia Harus Pertahankan Investor Migas Oleh: Junaidi Hengkangnya beberapa Investor migas dari Indonesia diyakini karena berbelit-belitnya birokrasi Pemerintah yang dihadapi oleh para investor dalam melakukan pengajuan Izin kegiatan usaha dan investasi dalam dunia industri migas. Meski diketahui kondisi dan cadangan minyak dan gas di Indonesia masih menjanjikan sekitar 3,7 miliar barel. Akan tetapi Masalah energi dan tantangan masa depan Indonesia sangat bertumpu pada birokrasi yang ada. Cadangan energi primer Indonesia diyakini masih cukup, walau tak sebesar yang diduga. Tetapi proses birokrasi yang panjang dan sangat berbelit-belit serta kentalnya budaya korupsi dan kolusi membuat masalah energi di Negeri ini makin carut marut. Beberapa sumber informasi yang dihimpun telah menyebutkan Banyaknya investor yang sudah hengkang ke Vietnam dan Malaysia, salah satu akibatnya karena masalah perizinan di Indonesia yang panjang dan harus ditebus mahal. Selain itu, hampir semua biro...

tana tidung

GUBERNUR KALTIM DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK. M.SI MELANTIK BUPATI PRTAMA KABUPATEN TANA TIDUNG TIDUNG PALE.MN Momen Bersejarah buat Provinsi Kaltim, tepatnya pada tanggal 18 januari 2010 Gubernur Kaltim Drs. H. Awang Faroek Ishak. M.si. beserta Muspida Propinsi Kaltim tiba di Kabupaten Tana Tidung untuk melantik Bupati pertama. Drs.Undunsyah,M.si dan pasangannya Wakil Bupati Markus menjadi orang nomor 1 dan 2 di Kabupaten ke 14 di Propinsi Kaltim. Kabupaten Tana Tidung pemekaran dari Kabupaten Bulungan resmi pada tanggal 18 Desember 2007, Di awal pembentukan Tana Tidung sebagai Kabupaten di Jabat oleh Drs.Ahmad Zaini Anwar yang bertugas selama 25 bulan. Setelah dua kali putaran dari delapan calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati memperebutkan Kursi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Tidung. Akhirnya yang terpilih dan terbaik yaitu pasangan Drs.Undunsyah,M.si dan Markus sebagai pemenang dalam Pilkada tersebut. Pasa saat Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati sekaligus menandatangani integritas at...

Migas News

MIGAS = ASI Oleh : Herry Trunajaya. BS Sejumlah perusahaan minyak dan gas (Migas) telah beroperasi sejak puluhan tahum silam di bumi Kalimantan Timur (Kaltim), sebut saja BUMN milik Negara Pertamina (Persero), Chevron Indonesia, TOTAL E&P Indonesie, Medco E&P Indonesia, PT Badak NGL, VICO Indonesia dan lainnya. Perusahaan-perusahaan tersebut terus memompa perut bumi Kaltim berupa migas dan tentu saja sudah memberikan penghasilan yang sangat berlimpah. Ya, Kaltim telah memproduksi Gas Bumi sekitar 1,98 TSCF (Triliun Standar Kaki Kubik) atau 37,0 persen dari total produksi Gas Bumi Nasional. Namun, apakah penghasilan yang berlimpah itu sudah juga dinikmati oleh masyarakat yang bukan karyawan perusahaan migas? Itu memang menjadi pertanyaan yang menyesaki benak setiap warga. Jawabannya; bisa ya, bisa belum. Karena, kenyataannya penduduk yang berlabel miskin mencapai 324,000 jiwa atau 10,66 persen dari 3 juta lebih penduduk Kaltim. Mengapa Kaltim yang alamnya kaya masih memiliki be...

migas

HIDUP DI TENGAH INDUSTRI MIGAS Oleh : M. Irham Amri Industri Migas adalah bagian yang menjadi keseharian warga Kalimantan Timur. Keberadaannya fenomenal tetapi juga kontroversial. Hidup di tengah Industri Migas merupakan keniscayaan yang harus diterima warga Kalimantan Timur. Masalahnya, segarang apa “deteksi kontroversi” yang sering ditampilkan dan sebesar apa surga yang ditawarkan oleh Industri Migas ?, serta lebih ekstrem lagi, benarkah Industri Migas mampu menjadi “pejuang” bagi lokomotif pereokonomian lokal dan nasional, berikut penyajiannya ; Kalimantan Timur adalah satu di antara beberapa provinsi di Indonesia yang mempunyai bumi dengan isi Migas yang “gemuk” . Karunia ini menjadi sangat penting ketika perekonomian Indonesia cenderung pasang surut alias labil. Dengan kondisi ini, Industri Migas kerap menjadi andalan yang senantiasa memposisikan dirinya sebagai pejuang ekonomi yang tak terimbas oleh kondisi bagaimanapun. Buktinya, Industri Migas dengan segala kehebatanny...

Migas

MELIRIK PERAN CSR TOTAL E&P INDONESIE Oleh : M. Irham Amri TOTAL E&P Indonesie adalah satu di antara beberapa perusahaan Migas di Kalimantan Timur yang mempunyai program pengembangan masyarakat yang dikenal dengan “jargon” CSR (Corporate Social Responsibility). Program ini menjadi sangat penting karena orientasinya mendekatkan perusahaan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar produksi. Karena perannya yang strategis, TOTAL yang merupakan produsen gas terbesar di Indonesia ini berupaya mensukseskan program yang telah dilakukan selama 40 tahun. Selama itu, mampukah CSR menjadi lokomotif perekonomian masyarakat pedesaan-Balikpapan-Kaltim? Sejauh apa manfaatnya, berikut penuturannya. Wajah Husein tak seperti biasanya. Ia tampak lebih ceria dan banyak senyum. Karakter pria paruh baya yang dikenal mempunyai tipikal emosional ini berubah sangat drastis. Perubahan ini boleh jadi lantaran ia merasa plong karena proposal yang diajukan beberapa waktu lalu di Total E&P Indo...
M Irham Amri “MENELAAH” INDUSTRI MIGAS Oleh : M. Irham Amri Industri Migas tidak hanya menghasilkan minyak dan gas setiap harinya tetapi juga menjadi konsumsi pers yang paling sering di headline-kan. Ada apa dengan keberadaan Industri Migas di Kalimantan Timur yang akhir-akhir ini sering dilirik Gubernur, Awang Farouk Ishak?. Dan bagaimana Rudi Rubiandini menyikapi Industri Migas yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap ekonomi Kaltim-Indonesia?. Berikut petikan dan telaannya. Awang Farouk mengatakan, CSR perusahaan asing di Kalimantan Timur tidak berfungsi sebagaimana perannya. CSR menurut Awang hanyalah teori pemanis saja. ‘Komitmen CSR Perusahaan di Kaltim tidak berjalan seperti apa yang kami harapkan. Perusahaan yang beroperasi di Kaltim tidak peka terhadap masyarakat miskin yang ada di sekitar produksi. Bisanya mengeruk isi bumi Kaltim saja,” ujar gubernur terpilih melaui pemeilihan rakyat ini saat meresmikan gedung baru Paviliun dan Poliklinik RSU AW Syahranie-Sama...

UCapan pelantikan

Selamat dan Sukses Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Tidung Drs. Udunsyah.MS.i Bupati & Markus Yungking Wakil Bupati Oleh Gubernur Kaltim H. Awang Farouk Ishak 18 Januairy 2010 ttd Kabag Humas Pemkab KTT H Ismail